Harga Sawit di Bengkulu Selatan menurun

MANNA,BENGKULU SELATAN

Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, tetap rendah meskipun harga CPO di pasar dunia mengalami kenaikan. Penyebabnya, kelapa sawit dari Bengkulu Selatan harus dibawa ke pabrik CPO di Muara Enim, Sumatera Selatan melalui jalan yang rusak.

Pengamatan Kompas, Senin (26/1), jalan yang rusak itu adalah jalan penghubung satu-satunya dari Manna, Bengkulu Selatan ke Tanjung Sakti, Sumatera Selatan. Jalan sepanjang 60 km yang melalui pegunungan tersebut banyak berlubang dan rawan longsor.

Harga TBS kelapa sawit di tingkat petani Bengkulu Selatan sejak dua minggu lalu hanya Rp 600 per kilogram. Menurut para petani, tidak adanya pabrik CPO di Bengkulu Selatan juga menjadi penyebab harga kelapa sawit di Bengkulu Selatan rendah.

Menul (42) petani kelapa sawi t di Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, Bengkulu Selatan mengungkapkan, para petani lesu karena harga kelapa sawit terlalu rendah. Dengan harga kelapa sawit Rp 600 per kilogram, keuntungan yang dinikmati petani hanya Rp 300 per kilogram setelah dipoton g ongkos panen dan ongkos angkut. Padahal petani juga harus memupuk tanamannya tiga kali setahun dengan biaya sekitar Rp 800.000 untuk sekali pemupukan.

sawit kitau

sawit kitau

“Harga yang ideal adalah Rp 1.000 per kilogram. Petani masih bisa hidup kalau setiap panen dua minggu sekali mengantongi Rp 900.000,” kata Mukrim.

Menurut Menul, pembangunan pabrik CPO di Bengkulu Selatan sudah dimulai tiga tahun lalu, namun hingga saat ini belum beroperasi. Petani kelapa sawit di Bengkulu Selatan tidak punya pilihan lain kecuali menjual hasil panennya ke Muara Enim.

Menul menambahkan, pabrik CPO yang lebih dekat terdapat di Seluma yang dapat ditempuh dalam waktu dua jam. Namun, petani lebih suka menjual sawitnya ke Muara Enim karena harganya lebih tinggi.

Ketua Serikat Petani Bengkulu Selatan, Isurman (41) mengatakan, harga kelapa sawit di Bengkulu Selatan rendah karena kelapa sawit harus diangkut dari Bengkulu Selatan sampai Muara Enim selama sembilan jam. Biaya transportasi Rp 300 per kilogram membuat petani tak bisa menikmati keuntungan layak.

Isurman mengutarakan, setiap hari ada konvoi puluhan truk bermuatan kelapa sawit yang berangkat dari Bengkulu Selatan ke Muara Enim. Sampai di pabrik CPO di Muara Enim, truk-truk itu antre untuk membongkar muatan. Tak jarang truk-truk itu harus antre sampai tiga hari.

Menurut Isurman, harga kelapa sawit saat ini memang meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 300-Rp 400 per kilogram. Saat itu petani memilih tidak memanen kelapa sawit dan membiarkan buahnya busuk daripada rugi.

Sumber : Kompas

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Bikin Pabrik sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: