PENDAPATAN DAERAH BENGKULU Rp 4.933 TRILIUN

Bengkulu, 24/12 (ANTARA) – Total pendapatan daerah Provinsi Bengkulu dan sembilan kabupaten/kota di daerah itu pada 2008 sebesar Rp4,933 triliun.
Peneliti Ekonomi Muda Senior Bank Indonesia cabang Bengkulu, Bayu Martono di Bengkulu, Rabu menjelaskan, dari sepuluh pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara mendapat penerimaan yang paling besar.
“Pendapatan daerah Provinsi Bengkulu mencapai 24 persen dan Kabupaten Bengkulu Utara 11 persen dari total pendapatan itu,” katanya.
Kemudian Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong masing-masing 10 persen, Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, Mukomuko dan Kepahiang masing-masing 8 persen serta Lebong 7 persen.
“Pendapatan terkecil diperoleh Kabupate Kaur yakni hanya 6 persen dari Rp4,933 triliun total pendapatan pemerintah daerah itu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pendapatan daerah itu umumnya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Khusus PAD Pemerintah Provinsi Bengkulu pada 2008 sebesar Rp97,278 miliar dengan rincian berasal dari pajak daerah Rp32,131 miliar, retribusi daerah Rp11,743 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisah Rp32,933 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp20,191 miliar
Sekretaris Provinsi Bengkulu, Hamsyir Lair menjelaskan, pada 2009 telah ditargetkan penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp419,315 miliar.
“Target penerimaan PAD itu berasal dari empat sumber yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisah serta lain-lain pendapatan daerah yang sah,” katanya.
Ia menjelaskan, dari pajak daerah ditargetkan bisa memberikan kontribusi sebesar Rp242,539 miliar, retribusi daerah Rp54,159 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisah Rp40,548 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp82,013 miliar.
Guna merealisasikan target itu, kata dia, telah disusun beberapa strategi, yakni melaksanakan intensifikasi sumber penerimaan di antaranya samsat keliling, menagih langsung pada obyek pajak.
Untuk meningkatkan retribusi daerah, dilakukan koordinasi antar instansi pemungut terutama yang pendapatannya sangat dominan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus, Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJ&KO) Suprapto serta pemakaian kekayaan daerah.
Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah, lanjut dia, diantaranya berasal dari laba Bank Bengkulu yang pada 2009 mencapai Rp33,047 miliar.

(T.S031/B/Z004/Z004) 24-12-2008 17:51:06
NNNN

(Sumber : Antara)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: