Antasari Azhar : Dari Pemburu Koruptor menjadi Tersangka Pembunuh

by Putra rafflesia

Pemakaman Nasrudin

Pemakaman Nasrudin

Pada tanggal 1 Mei 2009, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dicekal (cegah tangkal) oleh Kejaksaan Agung  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia [kok dari Kejagung, harusnya Polri karena masih dalam penyelidikan]. Hal ini disampaikan oleh Direktur Penindakan Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R Muchdor yang mendapat permintaan cekal dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jampintel) Kejaksaan Agung perihal Antasari Azhar masuk tersangka dalam pelanggaran Pasal 340 KUHP 340 yang berbunyi :

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 340 KUHP

Nama Antasari Azhar muncul dalam daftar tersangka pembunuhan Nasruddin, Direktur PT Rajawali Putra Banjara.  Menurut Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji pada Rabu Sore, ia mengatakna bahwa polisi masih mengejar dua orang tersangka yang diduga adalah pejabat tinggi yang merujuk pada ketua KPK, Antasari Azhar.  Total tersangka pembunuhan Nasrudin adalah 9 orang. Dan pada hari sebelumnya, polisi melakukan penangkapan Pimpinan Umum T Pres Indonesia Merdeka, Sigit Haryo Wibisono. Baca selengkapnya di : Suryaonline

****

Asmara dan Pembunuhan

Tim Advokasi keluarga Nasruddin,Boyamin Saiman menyatakan bahwa pembunuhan Nasrudin diduga berlatar belakang asmara yakni hubungan asmara segita antara Nasrudin, AA dan Rani Juliani. Keluarga menyimpan bukti berupa pesan pendek yang diterima Nasrudin dua pekan sebelum ia tertembak, 14 Maret  yang dikirim oleh AA. “Permasalahan di antara kita mari kita selesaikan baik-baik. Kalau perlu saya minta maaf. Jangan di-blow up, kalau di-blow up, tahu sendiri risikonya.”

Sejak menerima pesan pendek itu Nasrudin yang semula jarang shalat, jadi kerap shalat dan khusyuk sekali. Lebih dari itu, ia pun terlihat gelisah. Dua hari sebelum ditembak, Nasrudin membentuk tim penasihat hukum yang akan digunakannya untuk mendukung rencananya mengungkap kasus skandal yang melibatkan AA yang juga pejabat negara itu. Bukti berupa pesan pendek dan beberapa foto telah diserahkan keluarga kepada polisi. Menurut Boyamin, keluarga berharap bukti-bukti itu dapat dimanfaatkan untuk menemukan missing link yang disebutkan polisi.

Menurut tim Advokasi, Boyamin mengatakan bahwa Nasrudin dan AA sebenarnya telah berteman lama sejak Nasrudin aktif memberikan informasi tentang kasus korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia. Belakangan, Nasrudin merasa kecewa karena kasus ini hanya menyeret Direktur Keuangan PT Rajawali Nusantara Indonesia sebagai tersangka dan melewatkan beberapa orang lain yang juga terlibat kasus itu.

Itu kekecewaan kedua Nasrudin kepada AA sehingga berencana membeberkan skandal AA kepada publik. Dengan rencana Nasrudin, barangkali AA merasa khawatir. Lalu ia berkeluh kesah kepada orang-orang dekatnya yang lantas diterjemahkan terlalu jauh atau mungkin saja ia memang memerintahkan langsung.

Dari hasil penelusuran keluarga, salah satu tersangka yang ditetapkan polisi, SH, diketahui sebagai tim sukses AA saat mengikuti seleksi masuk lembaga negara yang sekarang dipimpinnya. SH melobi beberapa partai di DPR sehingga AA bahkan bisa menjadi ketua di lembaga itu.

“AA khawatir reputasinya jatuh jika skandalnya dibuka dan SH khawatir bisnisnya terganggu jika AA dipaksa turun dari jabatannya jika skandalnya terungkap,” kata Boyamin

****

KPK dan Antasari Azhar

Sejak KPK dipimpin oleh Antari Azhar, insititusi pemberantasan korupsi mendapat kepercayaan besar dari

Antasari Azhar

Antasari Azhar

masyarakat. Antasari Azhar terpilih menjadi Ketua KPK pada 5 Desember 2007 dengan masa jabatan 2007-2011. Di bawah kepemimpinan beliaulah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menunjukkan kemampuan dan keteguhan independensinya memberantas korupsi. Sebagai Ketua KPK,  Antasari Azhar, kelahiran Pangkal Pinang, Bangka 18 Maret 1953, menunjukkan kepemimpinan yang menempatkan KPK pada  sebagai lembaga yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan lembaga lainnya.

KPK di bawah kepemimpin mantan Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000) dan Kepala kkejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ini memperlihatkan keberanian, profesionalitas, integritas dan eksistensinya yang tidak berada di bawah kendali pemerintah (eksekutif). Ia tidak gemar menghadap dan melapor kepada Presiden seperti pendahulunya Taufiequrachman Ruki.

Pada awal kepemimpinnya, beberapa saat setelah ia dilantik bersama empat anggota KPK lainnya di Istana Negara, Jakarta (Desember 2008 ), KPK membongkar kasus suap dalam tubuh Kejaksaan Agung  [Mungkinkah Kejagung  menggunakan kesempatan ini untuk “revenge”] , juga menuntaskan kasus penyimpangan aliran dana Bank Indonesia yang melibatkan antara lain Aulia Pohan, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selama sekitar 2 tahun kepemimpinan, telah banyak pejabat tinggi baik di legislatif maupun petinggi-petinggi daerah seperti Gubernur dan Bupati. Masih segar dalam ingatan kita bahwa keberanian KPK dapat membawa Sarjan Taher, Hamka Yandhu, Al Amin Nasution, Saleh Djasit, Jaksa Urip, Artalyta yang melambungkan nama Antasari Azhar. Karena prestasi Antasari Azhar ini pula dengan cekatan partai Demokrat mengambil kesempatan untuk membawa nama baik SBY dan menjadi salah satu pendongkrak. Bahkan prestasi KPK pun dibawa-bawa Demokrat untuk mendongkrak suara pemilu 9 April 2009 silam.

*****

Bagaimana menyikapinya?

Deskripsi yang disampaikan oleh keluarga Nasruddin dan merefer kronologi AA  (Antasari Azhar??) yang dilantik menjadi pejabat negara via transaksi keuangan yang melihatkan para tokoh nasional serta pengusaha SH (Sigit Haryo??). Dan dari keterangan tersebut pun dijelaskan bahwa terjadi tebang pilih oleh AA dalam penyelesaian kasus korupsi. Apakah benar Antasari sedingin dan semunafik itu? Benarkah korupsi masih terus dilakukan oleh para pemegang “trias politica”? Pertanyaan-pertanyaan ini pun menjadi misteri besar mengapa KPK masih belum menjerat komplotan koruptor BLBI, gratifikasi, serta korups dana DKP 2004 yang melibatkan 5 pasangan capres-cawapres yang 4 diantaranya akan maju jadi capres-cawapres 2009 yang sampai saat ini sudah meredup.

Dalam menyikapi ini, secara pribadi saya bersikap bahwa :

  • Pihak kepolisian dan kejaksaan harus menyelidiki kasus ini secara hukum tanpa desakan politik. Karena kita tahu bahwa hampir setiap kasus-kasus nasional selalu dipolitisasi. Ketika suatu lembaga berhasil, partai dan para politisi mengeksploitasi dengan mengatakan bahwa merekalah berhasil. Ketika suatu lembaga bermasalah, para politisi dan partai biasanya lempar tangan. Ketika kewajiban melaksanakan 20% anggaran Pendidikan, lalu secara sepihak mengklaim ini hasil kerja sendiri.
  • Sampai saat ini, saya masih yakin bahwa KPK masih tebang pilih. Mungkin ini adalah salah satu akibatnya. Kasus-kasus besar seperti pengakuan Agoes Condro, BLBI, Dana BI, korupsi dana DKP kampanye 5 capres-cawapres 2004 tidak muncul di permukaan lagi.
  • Saya yakin bahwa dalam satu sisi, Pak Antasari memiliki tekad yang besar dalam pemberantasan korupsi, namun disisi lain beliau mungkin khilaf [jika terbukti bersalah] karena memiliki kekuasaan yang besar dan masyarakat terlalu mengidolakan. Mungkin saja popularitas yang berlebih diberi masyarakat memberikan “dilematis” Antasari dalam menghadapi persoalan pribadi, sehingga cara-cara “short-cut” pun dipilihnya.
  • KPK bukanlah Antasari seorang. Begitu juga Antasari bukanlah KPK. Mari kita beri kepercayaan pada KPK, karena saya yakin masih ada orang-orang di tubuh KPK yang memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi. Kita harus tetap mendukung KPK sepenuhnya untuk membongkar kebusukan di DPR, Kejagung, Polisi bahkan di Pemerintah sendiri. Jangan karena kesalahan satu orang [jika AA terbukti], maka para tikus koruptor di lembaga Kepolisian, DPR, Kejagung dan Pemerintah dapat bebas bergerak.
  • Janganlah terlalu fanatik terhadap suatu sosok. Mari kita berbicara tentang fakta dan realita. Benar kita dukung, salah kita kritik dan beri “therapi”. Sangat disayangkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini terlalu “demam sosok” hanya dilihat satu sisi. Hal ini juga menimpa pada paradigma yang berkembang masyarakat mengenai tokoh nasional. Mayoritas masyarakat sering terhipnotis dengan mendukung suatu sosok dengan “keyakinan pokoknya si dia (X) adalah terbaik”. Padahal banyak sisi hitam yang tidak pernah dibongkar oleh masyarakat kita karena malas mencari informasi yang sesungguhnya. Himbauan ini terkait opini yang terbentuk pada pencitraan capres2 yang dianggap masyarakat tidak memiliki cacat, please buka lembarannya!
  • Jika pernyataan kuasa hukum keluarga Nasrudin benar bahwa AA terpilih karena adanya “kepentingan politik tertentu”, maka sangatlah naif jika ada partai yang mengatakan telah bersih dan menutup-nutupi kebobrokan ini. Dan sangatlah mungkin bahwa baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif (termask kepolisian) masih banyak diisi oleh “orang-orang” ataupun kepentingan bermasalah!
  • Masuknya namanya AA sangat mungkin dipolitisasi oleh para elit partai dan lembaga yang korup. Dan sangat mungkin kasus ini merupakan konspirasi terbesar dari para elit penguasa ataupun partai yang berusaha mendiskrikkan KPK, karena tidak tertutup kemungkinan Pileg dan Pilpres 2009 ini penuh dengan intrik dan kasus pelanggaran hukum yang berhubungan dengan uang. Terlebih upaya KPK mengawasi utang luar negeri serta upaya membongkar korupsi anggaran stimulus di tubuh Depkeu (Pemerintah Pusat) dan DPR (Abdul Aziz, Jhon Allen, Pejabat Depkeu, dll).
  • Ingat : Asas praduga tidak bersalah!

Salam Perubahan,
1 May 2009, ech-nusantaraku
Referensi : Inilah.com,   TokohIndonesia.com, suryaonline.com, suryaonline

Updated:

Wanita yang disebut-sebut sebagai penyebab penembakan kepala Nasrudin Zulkarnaen hingga tewas adalah

Foto Rani Juliani

Foto Rani Juliani

wanita berumur 22 tahun bernama Rani Juliani. Rani juga yang memadamkan ‘terang’nya cahaya Antasari sebagai penegak hukum, sang hero dalam pemberantasan korupsi. Siapakah Rani Juliani? Saya coba searching, ternyata Rani Juliani punya blog di Blogspot yakni Rani Juliani Site Raharja [silahkan klik] . Dan dashyatnya jumlah pengunjung profil Rani Juliani meningkat drastis mencapai 38.000 pengunjung (per 2 Mei 2009). Silahkan cek langsung di SINI.

Dalam blognya Rani Juliani mendeskripsikan dirinya :
Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang2 di sekeliling aq. Diriku lahir pada tanggal 01 juli 1986. jangan lupa ngado yah… Anak ke 3 dari 4 sodara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gw doyan. he he

Dalam blognya Rani memberi informasi bahwa dia adalah seorang mahasiswa di STMIK Raharja dan tinggal di Tangerang-Banten. Alasan ia kuliah di STMIK karena SMTIK merupakan Perguruan Tinggi yang berkualitas di Tangerang dan sudah terakreditasi. Ia hanya sempat menulis 2 artikel sejak November 2008 yakni Artikel tanpa Judul dan Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja? Wanita inikah yang akan menjadi “suramnya” karir Antasari Azhar? Dan kita berharap Rani dapat berbicara apa adanya dan bisa menjadi saksi kunci. Semoga.

Iklan

6 Tanggapan

  1. Dalam kasus ini, yang cukup misterius adalah Sigid Haryo (bos Koran Merdeka) yang disebut-sebut sudah ditahan dalam kasus Antasari. Siapa dia? Seperti apa jejak rekam petualangannya di kalangan elit negeri ini? baca di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/05/03/inikah-akhir-petualangan-sigid-haryo-wibisono/

  2. >>Sekali lagi ,pilar-pilar yang dibangun pemerintah melalui oknum-oknum yang tangguh,bersih dan berwibawa dalam usaha maximal untuk penegakan hukum (law inforceman),dalam pemberantasan korupsi di Indonesia ,di uji dengan kasus yang langsung meroket berada di puncak,pembicaraan baik di kantor-kantor di jalanan di segenap level kehidupan sosial masyarakat di seantero Indonesia.
    Seakan mimpi di siang bolong,seorang yang sedang bersinar dengan pedang sakti kejujuran dan kebenaran, yang dibanggakan sepak terjangnya oleh Publik ,bukti ketangguhan beliau telah ditunjukkan dalam berbagi pengusutan dan banyaknya Koruptor yang dijatuhkan hukuman,
    Apa yang beliau lakukan belum pernah dimiliki bahkan di lakukan oleh siapapun di republik ini,dimana seorang besan orang nomor satu di republik ini harus mendekam di dalam sel dingin,karena terbukti melakukan Korupsi.
    Yang uniknya kejatuhannya,disinyalir melalui pemberitaan yang beredar,desebabkan kasus cinta segi tiga,terlalu naif..apalagi sampai menjadi dalang scenario untuk pembunuhan seorang direktur anak perusahaan Bumn,yah..kecil sekali kelihatannya(ada apa?) hal yang menjatuhkan martabat ,dan repurtasi yang telah beliau capai dan tunjukkan kira -kira begitulah opini yang beredar ditengah masyarakat mengambang( bebas dari pengaruh politik,pertemanan dan lain-lain).
    Tadi ditajuk berita Bung Putra Raflesia yang telah banyak memberikan bahkan mengupas sejak dari kasus ,kpk,hingga ke sosok caddy cantik nan ranum yang konon menjadi biang persoalan cinta segi tiga ini.beliau menambahkan bahwa kinerja Kpk akan terus berjalan seperti semula, seperti pada saat ketua masih dijabat A.A. janganlah masyarakat terlalu terfokus dengan figur seseorang,”Kpk bukan A.Azhar.dan A.azhar bukan kpk,”,masyarakat diminta jangan terlalu fanatik dengan figur.saya setuju saja dengan harapan seperti itu,tetapi kenyataanya Figur,sosok seseorang masih sangat dibutuhkan di negara RI ini pada saat ini,entahlah beberapa tahun kedepan,tanpa sosok yang berwibawa,berani ,susah mendirikan benang basah dinegeri ini.
    Kita semua berharap,biarlah proses hukum berjalan seadil-adilnya,jangan dijamah oleh tangan-tangan kotor politik dan lain sebagainya. biar masyarakat dengan transparan dapat mengikuti kasus nasional ini dengan tenang dan netral,Bpk SBY juga berkata demikian dalam jumpa pers nya baru-baru ini.>>

  3. INDONESIA, NEGARA YANG PENUH DENGAN PETUALANGAN SADIS.MENYEDIHKAN

  4. semoga hukum tidak pandang bulu dlm kasus ini.kebenaran akan muncul dan keluar sbg pamenang.

  5. Gambaran sisi kemanusiaan

  6. CINTA BIRAHI ANTASARI

    Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cina segitiga.

    Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!

    Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.

    Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.

    Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.

    Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.

    Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula

    Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.

    Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: