SBY: Saya Bukan Superman

Pernyataan itu disampaikan saat Deklarasi Pencalonan Presiden di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Jumat (15/5) malam. SBY menggandeng Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai wakilnya. “Saya akan konsisten untuk terus berpkir dan bertindak dengan rasional,” kata SBY dalam sambutannya.
Menurut dia, mengelola bangsa dan negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, sejarah dan generasi mendatang. SBY meminta rakyat bersyukur atas kemajuan yang telah dicapai. Ke depan agar lebih maju lagi mengatasi krisis ekonomi yang sedang berlangsung.
Acara deklarasi dihadiri sekitar 2.000 orang, termasuk wakil dari 22 partai politik yang menyatakan sokongan kepada SBY-Boediono. Di antara partai itu adalah PKS yang semula hendak menarik dukungan, PAN, PPP serta partai yang tidak memperoleh suara ambang batas 2,5 persen di parlemen.
Nama Boediono sudah diumumkan ketika pembawa acara di deklarasi mengumumkan capres SBY dan cawapres Boediono dipersilakan naik ke atas panggung. Perwakilan partai pendukung dari PD, PKB, PKS, PPP, dan PAN juga ikut naik ke atas panggung.
Pasangan SBY-Boediono yang kemudian resmi disebut pasangan SBY-Berbudi ini, dideklerasikan dalam suasana yang sangat jauh lebih meriah dibanding JK-Wiranto. Kemeriahan acara tidak hanya terlihat dari dekorasi gedung, namun ditandai dengan menghadirkan ribuan orang dan sejumlah artis.
Pasangan SBY-Berbudi yang sudah tiba sekitar pukul 19.00 WIB tampil kompak masing-masing bersama isteri dengan mengenakan baju batik merah menyala. Tampilnya pasangan kandidat presiden RI 2009-2014 ini disambut dengan lagu Indonesia Raya dan “Halo-halo Bandung”.


Saling Memuji

Dalam pidato politiknya, baik SBY maupun Boediono saling memuji. SBY selain mengungkap keberhasilan kepemimpinannya selama ini dan program kepemimpinan di masa mendatang, memuji sosok Boediono yang dipilihnya sebagai cawapres.
Menurut SBY, berdasarkan pengalaman bekerjasama dengan Boediono yang pernah menjadi menteri di kabinetnya, Boediono merupakan sosok yang loyal dan tidak punya konflik kepentingan terkait bisnis keluarga.
“Di dalam mengemban tugas, tidak punya konflik kepentingan, baik bisnis atau kepentingan lainnya,” kata SBY.

SBY menambahkan alasan lainnya, Boediono telah membuktikan kerjanya di bidang perekonomian. “Dia sosok pekarja ulet dan cerdas, muslim yang lurus, jujur, tidak gerusah gerusuh, dan jauh dari keinginan mencari muka,” tambahnya.

Boediono yang diberi kesempatan SBY berpidato, menyihir pengunjung dengan tanpa membaca teks dengan kalimat-kalimat sederhana dan cerdas. Dengan ungkapan yang santun Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menegaskan bahwa dia muslim yang baik juga ia ucapkan. Bantahan sebagai penganut neoliberalisme juga ia sampaikan dengan kalimat yang datar, tapi mengena.
Selama hampir 20 menit, dengan kalimat-kalimat sederhana, Boediono juga menyinggung banyak hal dengan santun. Dia membantah sebagai penganut neoliberalisme, meski tidak dengan kalimat yang langsung. “Butuh peran negara, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara,” kata Boediono.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: