Bengkulu Waspada Adanya Daging Celeng Jelang Lebaran

Ditulis sep8, 2009 oleh putra rafflesia

Bagi warga bengkulu waspada dan berhati-hati untuk membeli daging sapi/kerbau karena menurut kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Irianto Abdullah, meminta agar masyarakat mewaspadai penjualan daging celang (babi hutan) menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Kita minta masyarakat waspada ketika membeli daging terutama pada penjual musiman yang biasanya mencul saat hari raya,” katanya di Bengkulu, Senin.

Menurut dia, para pedagang daging yang berjualan di tempat/los resmi tidak akan berani menjual daging celeng itu. Kemungkinan penjualan babi hutan itu bisa dilakukan penjual musiman.

Ia juga menjelaskan, selama ini pihaknya terus melakukan pentauan dan pemeriksanaan terhadap penjualan daging baik di pasar tradisional maupun swalayan. “Namun, hingga kini kita belum menemukan adanya penjualan aging celeng, mudah-mudahan memang tidak terjadi,” katanya seperti dikutip Antara.

Penemuan penjualan daging babi yang dioplos dengan daging sapi/kerbau terakhir ditemukan pada awal 2007 di Pasar Minggu, Kota Bengkulu, sejak itu belum lagi ditemukan. Ia memastikan penjualan daging babi hutan (celeng) itu hanya dilakukan oleh satu orang pedagang, karena setelah dilaksanakan pantauan tidak ditemukan lagi. Modus penjualan yakni daging babi hutan (celeng) itu dioplos dengan daging sapi.

“Dia mencincang daging celeng itu kemudian dicampur dengan daging sapi yang juga telah dicincang,” katanya. Menurut dia, pedagang daging yang berjenis kelamin perempuan itu menjual daging babi hasil tangkapan suaminya, yang diketahui sebagai pemburu babi hutan.

Secara kasat mata antara daging babi/celeng dengan sapi atau kerbau dapat dibedakan, namun memang harus benar-benar dilihat dengan teliti dan cermat. Dari warna, daging sapi dan kerbau lebih merah dibandingkan daging babi yang relatif pucat (kurang merah).

Kemudian serat pada daging sapi dan kerbau juga jelas terlihat dan tidak ada bintik-bintik putih di dalamnya, sedangkan serat daging celeng tak terlihat dan biasanya ada bintik putih.

Sumber : TVone

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: