• perawatan muka

    andita skin care
  • grosir & eceran murah jeans

    toko azizah jeans

    toko azizah jeans

  • Translate

  • Kalender

    Juni 2017
    S S R K J S M
    « Feb    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Download anti virus free

fashion wanita paling murah

fashion wanita

toko langganan azizah

 

azizah_shop

 

kami menyediakan pakain wanita, blouse, atasan, bawahan, pakaian muslim, kerudung, terbuat dari bahan yang berkwalitas.

kami juga suplayer kerudung paris segi empat

harga satuan :Rp 15.000

harga/kodian :Rp 13.000

warna dan ukuran bisa di pesan sesuai keinginan…………………untuk pemesanan bisa PO ( pre Order ) paling lama 2 -3 hari di tambah pengiriman sesuai kota tujuan.

harga di atas belum termasuk ongkos kirim.

Untuk pembelian dan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Ibu azizah_shop

085220049990

PIN BB : 24C7080D

email : hendrayanibdg84@gmail.com

format untuk pemesanan via SMS/BBm/email :

 Nama           :

Alamat           :

Kode barang :

Size/ukuran  :

silahkan pesan sekarang juga kami tunggu pesanan anda…….selamat berbelanja………

 

KEPERCAYAAN KONSUMEN ADALAH REPUTASI KAMI

kami melakukan pengiriman menggunakan jasa JNE

Bukti pengiriman

No resi

Sri Mulyani Sempat Jadi Topik Bahasan di Rapat Cikeas

Sri Mulyani Indrawati
(VIVAnews-Tri Saputro)

Partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pekan lalu bertemu di kediaman SBY, Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan sempat ‘disentil’ posisi kosong Menteri Keuangan.

“Secara prinsipil dibahas. Tapi anggota kabinet itu tetap hak prerogatif Presiden,” kata Wakil Ketua Umum Golkar Theo L Sambuaga dalam diskusi di Kantor Pusat Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (8/5).

Seperti dilansir VIVAnews, pertemuan partai koalisi SBY-Boediono itu digelar di Cikeas pada Kamis, 6 Mei malam lalu. Sedangkan Sri Mulyani Indrawati resmi diumumkan oleh Bank Dunia menjadi Managing Director pada 4 Mei.

Pembahasan posisi Menteri Keuangan itu hanya sebatas pemberian saran dan usul saja kepada SBY sebagai Presiden. “Mungkin saja ada saran bisa diajukan, tapi itu hak prerogatif di Presiden,” ujar dia.

Secara pribadi Theo sangat menghormati terpilihnya Sri Mulyani menjadi salah satu orang penting di Bank Dunia. “Kami mengapresiasi itu, menyambut baik penunjukkan  Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia,” kata dia.

PKS dan Golkar Salahi Kode Etik Koalisi

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, sikap pandangan akhir Fraksi Golkar dan F-PKS soal kasus Bank Century yang berbeda dengan sikap Partai Demokrat merupakan pelanggaran kode etik koalisi.

Kedua fraksi tersebut berpendapat bahwa Boediono dan Sri Mulyani Indrawati adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus dana talangan senilai Rp 6,7 triliun. “Patut disayangkan. (Golkar dan PKS) keluar dari code of conduct,” tegas Syarif kepada para wartawan, Kamis (25/2/2010) di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurutnya, dalam kode etik yang ditandatangani para pimpinan parpol mitra koalisi, mereka harus sejalan dengan kebijakan yang dijalankan pemerintah. Pemerintah, lanjutnya, menciptakan kebijakan semata-mata demi kepentingan rakyat, termasuk kebijakan mengucurkan dana talangan. “Seyogianya, fraksi harus dukung. Itu jelas tertulis dalam code of conduct,” tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, yang juga mantan Presiden PKS, ketika dimintai tanggapan soal ini, menolak berkomentar. “Itu tanya ke DPP deh ya. Sekarang saya sudah mundur. Yang jelas, koalisi masih terus berjalan,” ujar Tifatul.

Sementara itu, kader PKS lainnya, Menteri Pertanian Suswono, mengaku siap di-reshuffle. “Tentu. Di kontrak kerja tertulis kita harus siap setiap saat begitu Presiden menganggap kinerja kita tidak bagus,” ujarnya.

SBY Sampaikan Hormat untuk Mega-Prabowo dan JK-Wiranto

sby

JAKARTA, KOMPAS.com — Tampil sebagai pemenang pemilu presiden, mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014. Dalam pidato pertamanya, SBY menyampaikan apresiasi atas partisipasi dua pasang pesaingnya, Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla Wiranto.

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Prabowo Subianto serta kepada Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto. Saya menyampaikan terima kasih atas peran aktif dan kegigihan mengikuti pemilu,” ujar SBY disambut tepuk tangan para hadirin Sidang Paripurna MPR, Selasa (20/10).

Menurut SBY, para pesaingnya tersebut juga berjasa menghidupkan dan memekarkan demokrasi di Indonesia. Bagi SBY, kelancaran Pemilu 2009 merupakan sukses bangsa Indonesia melaksanakan pemilu langsung, umum, bebas, dan rahasia untuk ketiga kalinya.

“Kita bersyukur bisa melaksanakan kompetisi politik ini dengan etika dan kedewasaan. Dalam pemilu, kalah menang biasa. Dalam demokrasi, kita semua menang. Rakyat menang, demokrasi menang,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.

Puti Guntur Soekarno “Blusak-blusuk” ke Gunung

Ditulis sep9, 2009 oleh putra rafflesia

3

SABTU (5/9) menjelang tengah hari, ketika dihubungi melalui telepon, Puti Guntur Soekarno mengatakan sedang di Ciamis, Jawa Barat. Ini adalah tanggung jawab kepada warga kabupaten itu yang telah memilih Puti sehingga lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014.

“Kalau hitungan kami, aku mestinya dapat 74.000 suara, tetapi KPU (Komisi Pemilihan Umum) menyebut 69.000 suara. Ya… sampai hari ini persoalan itu belum selesai juga, KPU belum juga mengumumkan (calon anggota legislatif yang lolos ke DPR),” kata calon anggota legislatif (caleg) terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu di rumahnya, Selasa (1/9). Dia mewakili Daerah Pemilihan X Jawa Barat, terdiri dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar.

”Aku sedang memetakan kerusakan yang terjadi. Dari laporan sementara teman-teman relawan dan partai, rumah yang rusak berat 6.487, yang hancur 518, rusak ringan 8.971. Juga ada mesjid dan sekolah. Warga yang meninggal 6 orang. Mereka butuh tenda, selimut, air bersih. Aku akan laporkan ke partai dan barangkali ada teman-teman yang mau bantu aku sudah tahu apa yang diperlukan,” tutur Puti.

Di rumah Puti yang teduh di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu, dinding ruang tamu dihiasi foto kakek Puti, Soekarno atau lebih populer dengan sebutan Bung Karno, dalam ukuran besar. Lukisan neneknya, Ibu Fatmawati, dengan selendang menutup kepala terpampang di dinding ruang keluarga dan di sebelahnya ada karya Galam berupa mozaik lukisan dan siluet wajah Bung Karno.

”Yang itu lukisan wajah aku, yang melukis Om Guruh,” papar Puti, yang punya nama panjang Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, itu sambil menunjuk lukisan di dinding menuju lantai atas.

Menjadi anggota DPR adalah karier politik pertama Puti secara formal. Sebelumnya, anak tunggal pasangan Guntur Soekarno Putra dan Heni Guntur Soekarno ini lebih banyak terlibat dalam kegiatan di lingkungan keluarga, antara lain sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati yang bergerak di bidang sosial. Di PDI-P yang diketuai adik ayahnya, Megawati Soekarnoputri, Puti baru berstatus anggota.

Di luar itu, Puti bersama beberapa teman mengurus bisnis tiga rumah makan serta menjadi istri dan ibu yang rajin mengurus dua anaknya. Tak heran muncul pertanyaan mengapa terjun ke dunia politik. Tetapi, pertanyaan itu juga bisa dibalik, mengapa tidak?

”Sejak kecil di keluarga berseliweran soal-soal politik. Papa guru ideologiku, mengajarkan pikiran-pikiran Bung Karno,” kata Puti yang tidak sempat bertemu kakeknya yang wafat pada 1970 sementara dia lahir pada 26 Juni 1971.

Meskipun ayahnya tidak pernah terlibat dalam aktivitas politik secara formal, semua bibi dan pamannya aktif dalam politik formal sehingga terasa alamiah ketika Puti juga masuk ke dunia politik.

”Justru Papa yang mengajukan argumen, ’Apa bisa?’” kata Puti. ”Bukan mempertanyakan kemampuanku sebagai anggota DPR, tetapi dia khawatir apa aku bisa bagi waktu untuk dua cucunya, he-he-he….”

Blusak-blusuk

Sempat terlambat berkampanye karena terkena demam berdarah saat sosialisasi menjelang kampanye dimulai, Puti menghadapi tantangan berupa daerah pemilihan (dapil) yang terdiri dari 72 kecamatan, sebagian besar daerah pertanian bergunung-gunung dan desa-desa nelayan.

Di dua kecamatan di gunung-gunung di Kuningan, Puti bertemu komunitas pedagang BRI, singkatan dari bubur, rokok dan indomi. ”Mereka berjualan ke Jakarta, Solo, dan Yogya, bergantian tiga bulan sekali. Dari hasil itu bisa bikin rumah tembok, lantai lantai keramik. Sampai sekarang aku masih SMS-an dengan mereka.”

Dia bersyukur mendapat dapil tersebut karena bertemu dengan para marhaen, wong cilik yang kesejahteraannya selalu diperjuangkan Bung Karno. Tidak penting benar ibu-ibu yang mendengarkan Puti berkampanye dengan berapi-api lebih banyak diam terpesona karena mengira bertemu bintang film.

”Indonesia ternyata kaya dan aku menghayati betul yang disebut negara agraris ketika kampanye. Buat apa jauh-jauh jadi TKI kalau kita sekaya ini. Aku merasa punya keluarga besar. Sifat kekeluargaan, gotong royong, masih kuat. Ketika harus kembali ke Jakarta, aku merasa kehilangan,” papar Puti yang mengatakan menikmati keindahan Indonesia di dapilnya.

”Jalan aspal sampai ke ujung-ujung, tetapi berliku. Angkutan umum mobil bak terbuka, biar bisa cepat loncat kalau ada apa-apa di jalan. Tanah di sana labil, sering longsor. Aku sudah biasa ikut Papa dan Mama blusak-blusuk ke desa-desa, nemenin Mama cari tanaman langka,” cetus Puti yang tentu saja tidak naik mobil bak terbuka saat blusak-blusuk itu.

Menebus waktu

Menjelang pelantikan anggota DPR periode 2009-2014 pada 1 Oktober nanti, Puti menyebut kegiatannya banyak untuk keluarga. ”Ini untuk menebus waktu yang hilang saat kampanye kemarin. Aku suka masak, jadi aku bikin masakan untuk suami dan anak-anak,” kata Puti.

Dia menyebut iga cabai hijau, mi jawa, cumi tinta, hingga spaghetti carbonara dan daging panggang saus jamur sebagai masakan yang dia kuasai.

Dia mengaku, keberhasilannya menjadi anggota DPR banyak dibantu keluarga, termasuk orangtua dan mertua. ”Sebagai perempuan, kalau mau berkiprah di luar rumah, dukungan keluarga penting sekali, dari suami dan anak-anak. Namanya ibu, tetap saja biarpun lagi kampanye, aku selalu ngecek sekolah anak-anak, pe-er, les. Mama dan mama mertua sampai meyakinkan aku akan ikut bantu jaga anak-anak,” cerita Puti.

Tentang yang akan dia lakukan sebagai anggota DPR, Puti mengatakan berusaha mengamalkan ajaran Bung Karno dalam laku konkret sehari-hari. Dari neneknya, Ibu Fat, yang biasa dipanggil Mbu oleh cucu-cucunya, dia belajar kesederhanaan, hidup apa adanya.

”Aku enggak pernah melihat Mbu sedih. Dia menjalani hidup dengan tulus dan selalu gembira. Tentang Bung Karno, Mbu selalu mengatakan Eyang Karno orang hebat, pemersatu bangsa. Buat saya biasa saja menjadi cucu (mantan) presiden. Saya lebih bangga menjadi cucu biologis seorang founding father Indonesia.”
Sumber : Kompas

SBY Minta Kader Demokrat “Puasa Bicara”

Ditulis pada Sep 6, 2009 oleh Putra rafflesiaKomentar sejumlah kader Partai Demokrat yang memicu kontroversial, tampaknya membuat gerah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Untuk itu, SBY mengingatkan agar para kader Demokrat menjaga komentarnya dalam bulan suci Ramadhan ini. “Saya minta kita jangan teralu banyak berkomentar, terutama di media massa. Apalagi, kalau itu di luar otoritas dan urusannya,” kata SBY dikediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor.

Sebelumnya, sejumlah kader partai pemenang pemilu itu membuat pernyataan kontroversial. Contohnya, kisruh akan bergabungnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Tidak itu saja, sebelum pelaksanaan pemilu legislatif 2009, sempat terjadi kesalahpahaman antara Golkar dan Demokrat akibat pernyataan salah satu kader. (VIVAnews.com)

Pemprov Koordinasikan Pilkada Serentak Ke Depdagri

Ditulis pada Sep 4, 2009 oleh Putra rafflesia

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengkoordinasikan rencana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara rentak di daerah itu ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“Kita mengutus Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Asnawi Abdul Lamat dan Kepala Biro Pemerintah Umum dan Otda Darussalam untuk melakukan koordinasi dengan Depdagri terkait pilkada serentak itu,” kata Sekretaris Provinsi Bengkulu Hamsyir Lair di Bengkulu, Kamis.

Usulan pilkada serentak disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu Dunan Herawan dengan pertimbangan masa jabatan tujuh bupati/wakil dan gubernur/wakil gubernur berakhir pada 2010.

Masa jabatan bupati/wakil bupati Kaur, Seluma, Mukomuko, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong dan penjabat Bupati Bengkulu Tengah berakhir Agustus 2010, sementara masa jabatan gubernur/wakil gubernur sampai November 2010.

Pemprov mendukung usulan itu karena banyak nilai positifnya, diantaranya bisa menekan anggaran serta meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pemilihan.

“Saya yakin kalau pilkada digelar serentak tingkat keikutsertaan masyarakat akan lebih tinggi dan golput bisa ditekan,” katanya.

Menurut dia, salah satu penyabab tingginya golput karena masyarakat jenuh dengan seringnya pelaksanaan pemilihan umum, mulai dari pemilu legislatif, pemilihan presiden dan pilkada.

“Kalau tidak diserentakan, warga pada setiap kabupaten harus mengikuti pilada dua kali dalam satu tahun, pertama memilih bupati/wakil bupati kemudian gubernur/wakil gubernur, ini jelas bisa menimbulkan kejenuhan bagi mereka,” katanya.

Belum lagi kalau ternyata harus dua putaran, maka masyarakat harus mengkuti empat kali pilkada.

Berbeda jika dilakukan serentak, maka masyarakat hanya akan mengikuti pilkada satu kali. Pada saat bersamaan warga memiliki bupati/wakil bupati serta gubernur/wakil gubernur.

Demikian juga dengan anggaran, akan bisa ditekan dan ditanggung bersama oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Mengenai dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat melalui Depdagri, menurut dia mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan pilkada itu termasuk sumber daya manusia dan anggaran.

Berdarkan perkiraan dari KPU provinsi dana penyelenggaraan pilkada secara serentak sekitar Rp60 miliar untuk pemilihan gubernur dalam dua putaran, serta pilkada para bupati masing-masing kabupaten sekitar Rp7 miliar.

Biaya tersebut untuk kegiatan mulai tahap persiapan pemilihan hingga penghitungan perolehan suara.

Selain itu juga untuk membayar petugas penyelenggara pemilu mulai dari KPU kabupaten, PPK, dan KPPS, ditambah panitia pengawas pemilu (panwaslu) provinsi, panwaslu kabupaten sampai ke PPL (petugas pengawas lapangan).

Terkait perkiraan anggaran itu, menurut Hamsyir, akan dibicarakan dengan DPRD dan pemerintah kabupaten serta dikoordinasikan dengan Depdagri.

Sumber : TVone